Inspiratif

Inspirasi Muslimah Lifestyle Hukum Cashback Dalam Islam

Hukum Cashback Dalam Islam – Cashback adalah bentuk potongan harga jual untuk konsumen yang pemberlakuannya dibelakang, biasanya dalam bentuk sejumlah rupiah. Maksud perberlakuan dibelakang adalah setelah pembeli melakukan pembayaran tunai atau down payment (untuk pembelian kredit) dan terkadang disertai syarat dan ketentuan.

Misalnya, sebuah motor dijual dengan harga Rp. 20.000,000 dengan down paymentRp. 3000,000 dan cashback Rp. 1000,000 artinya setelah pembeli membayar uang muka dan motor diterima, baru pembeli akan memperoleh pengembalian uang Rp. 1000,000, atau bisa saja pengembalian uang atau cashback dilakukan saat pembayaran angsuran pertama.

Cashback Menurut Para Ulama

Sama seperti hukum diskon dalam Islam, pada hukum cashback juga masih terdapat perbedaan pendapat dikalangan para ulama. Hukum cashback yang diberikan pada konsumen yang bisa melunasi lebih cepat, masih terdapat perbedaan pendapat dikalangan para ulama. 

  • Kesepakatan cashback dilarang

Dalam hadits dari Abu Hurairah ra. beliau mengatakan : Rasululullah SAW. melarang dua transaksi jual beli dalam satu transaksi jual beli. (HR. Ahmad 9834, Nasai 4649, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW. bersabda : Siapa yang melakukan 2 transaksi dalam satu transaksi maka dia hanya boleh mendapatkan kebalikannya (yang paling tidak menguntungkan) atau riba. (HR. Abu Daud 3463, Ibnu Hibban 4974 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Dari hadits diatas dapat disimpulkan, cashback dalam jual beli tidak diperbolehkan ketika penjual menawarkan dengan dua harga, lalu barang dibawa pembeli dan barang yang mereka bawa belum ditentukan harga mana yang akan diambil dari kedua tawaran harga tersebut. Harga tunai ataukah harga kredit. Ini hukumnya dilarang.Hal ini dikarenakan  perubahan harga yang tidak pasti karena tidak adanya kesepakatan di depan.

Baca juga: Inspirasi Lifestyle Tips Tepat Merawat Kaktus

Dan menurut jumhur ulama, mereka menyampaikan bahwa transaksi tersebut sama dengan menambah nilai hutang karena penundaan, hukumnya haram. Contoh ilustrasi : Si A membeli barang si B melalui si C dengan harga Rp. 10.000,000secara kredit selam satu tahun, lalu si C akan memberikan menjanjikan akan memberikan si A cashback Rp. 500,000 jika si A bisa melunasi enam bulan lebih cepat.

Menurut Imam Hambali, percepatan maupun keterlambatan cicilan tidak boleh digantikan dengan uang(dijual).

  • Kesepakatan cashback diperbolehkan

Dalam sebuah riwayat dari Kaab ra. bahwa beliau menagih hutang dari Ibnu Abi Hadrad di masjid hingga teriak-teriak dan terdengar oleh Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah keluar rumah memanggil Kaab. Wahai Kaab, berikan berikan potongan untuk hutangnya. Rasulullah mengisyaratkan setengah, lalu Kaab berkata Aku lakukan Ya Rasulullah.Rasulullah memerintahkan Lunasi hutangnya. (Muttafaq alaih)

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW. bersabda : Siapa yang melakukan 2 transaksi dalam satu transaksi maka dia hanya boleh mendapatkan kebalikannya (yang paling tidak menguntungkan) atau riba. (HR. Abu Daud 3463, Ibnu Hibban 4974 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Diantara tafsir mengenai jual beli 2 harga, disebutkan oleh Turmudzi dalam kitab Jaminya : Sebagian ulama menafsirkan, bahwa dua transaksi dalam satu akad, contoh ilustrasinya : penjual menawarkan Baju ini aku jual ke anda, tunai 10 dirham, dan jika kredit 20 dirham. Sementara ketika mereka berpisah, mereka belum menentukan harga mana yang dipilih dan disepakati, maka itu dilarang.

Tapi, jika mereka berpisah dan telah menentukan salah satu harga dari dua harga yang ditawarkan, maka dibolehkan, jika kesepakatan telah ditetapkan pada salah satu harga. (Jami at-Turmudzi, 5/137).

Jadi, pada jual beli, selama pada saat kesepakatan transaksi harga yang ditetapkan satu dan kesepakatan cashback tidak dilakukan diawal, maka diperbolehkan oleh sebagian para ulama.

Source : Islampos.com 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close